Wisuda Universitas Pahlawan Suci Amelia dan Ria Astika Sari Raih Predikat Pemuncak
- account_circle redaksi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 86
- print Cetak

PEKANBARU, Lintas Faktual.com — Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) mewisuda 530 lulusan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana, Sarjana, Profesi, dan Diploma Tahun Akademik 2026/2027 di Pekanbaru, Sabtu (10/10/2026).
Wisuda tahap pertama ini menjadi momentum bagi Universitas Pahlawan untuk menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas lulusan, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian lingkungan.

Rektor Universitas Pahlawan, Prof. Dr. Amir Luthfi, mengatakan pelaksanaan wisuda tahun akademik ini dibagi menjadi dua tahap. Setelah 530 lulusan diwisuda pada tahap pertama, universitas menjadwalkan wisuda tahap kedua pada 16 Januari 2027 dengan 593 calon wisudawan.
Dengan demikian, jumlah lulusan yang diproyeksikan mengikuti wisuda sepanjang Tahun Akademik 2026/2027 mencapai 1.123 orang. Sementara itu, total alumni Universitas Pahlawan hingga saat ini tercatat sebanyak 11.177 orang yang telah berkiprah di berbagai bidang profesi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Universitas Pahlawan terus berupaya memperluas akses pendidikan dan memperkuat mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi agar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi masyarakat,” ujar Amir Luthfi dalam sambutannya.
Suci Amelia dan Ria Astika Sari Raih Predikat Pemuncak
Dalam wisuda tahap pertama, Universitas Pahlawan memberikan penghargaan kepada dua lulusan berprestasi yang meraih predikat pemuncak pada jenjang pendidikan masing-masing.
Suci Amelia dari Program Studi S1 Pendidikan Matematika meraih predikat pemuncak jenjang sarjana dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97. Sementara itu, Ria Astika Sari dari Program Studi S2 Pendidikan Dasar menjadi pemuncak jenjang magister dengan IPK 3,91.
Rektor mengapresiasi pencapaian kedua lulusan tersebut dan berharap prestasi akademik yang diraih menjadi bekal untuk mengembangkan karier, meningkatkan kompetensi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Buka Empat Program Studi Baru
Di bidang pengembangan akademik, Universitas Pahlawan terus memperluas pilihan pendidikan melalui pembukaan program studi baru.
Pada 2026, universitas ini telah memperoleh izin operasional untuk empat program studi, yakni Magister Hukum, Magister Manajemen, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, dan S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga.
Tiga program magister tersebut diharapkan memperluas kesempatan bagi lulusan sarjana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sementara itu, Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga diproyeksikan mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang olahraga, khususnya pembinaan olahraga di Provinsi Riau.
Universitas Pahlawan juga tengah menunggu penerbitan surat keputusan izin operasional untuk dua program studi lainnya, yakni Magister Pendidikan Jasmani dan S1 Pendidikan Agama Islam.
Melalui pengembangan tersebut, Universitas Pahlawan menargetkan memiliki 32 program studi pada 2026, yang terdiri atas lima program magister, 22 program sarjana, tiga program profesi, dan dua program vokasi.
Rektor menegaskan, penambahan program studi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas dosen, penyempurnaan kurikulum, penguatan sarana pembelajaran, serta penerapan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan.
Usulan Program Studi Kedokteran Masuk Tahap Berikutnya
Universitas Pahlawan juga terus mengupayakan pembukaan Program Studi Kedokteran sebagai bagian dari pengembangan institusi dan kontribusi terhadap kebutuhan tenaga kesehatan.
Rektor menyampaikan bahwa pada akhir September 2026, usulan pembukaan program studi tersebut telah memperoleh rekomendasi dari LLDIKTI Wilayah XVII dan diunggah melalui portal SIAGA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Tahapan berikutnya adalah proses penilaian serta pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak berwenang.
Upaya ini diharapkan membuka peluang bagi Universitas Pahlawan untuk berkontribusi lebih luas dalam pendidikan tenaga medis sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Amir Luthfi juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala LLDIKTI Wilayah XVII beserta jajaran atas dukungan, arahan, dan pendampingan dalam pengembangan universitas.
Perkuat Jejaring Internasional, Jalin Kerja Sama dengan 377 Institusi
Penguatan jejaring kemitraan menjadi salah satu strategi Universitas Pahlawan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jangkauan kolaborasi akademik.
Sejak 2017, universitas tersebut terus membangun kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga. Hingga saat ini, Universitas Pahlawan telah menjalin kemitraan dengan 341 institusi dalam negeri dan 36 institusi luar negeri.
Selain itu, universitas juga memperluas kolaborasi dengan empat diaspora Indonesia yang berada di Amerika Serikat, Belanda, Sydney, dan Kuwait.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kapasitas dosen, membuka peluang penelitian bersama, serta mendorong pertukaran pengetahuan lintas negara.
Rektor menilai, kemitraan strategis menjadi bagian penting dalam membangun perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Kebun Raya dan Kawasan Preservasi Jadi Andalan Konservasi
Tak hanya berfokus pada pengembangan akademik, Universitas Pahlawan juga memperkuat kontribusinya dalam pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Rektor mengungkapkan, Universitas Pahlawan mengelola Kebun Raya seluas 152 hektare serta mengembangkan kawasan preservasi seluas 2.139 hektare di Kabupaten Kampar.
Kedua kawasan tersebut menjadi bagian dari komitmen universitas dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati, menghadapi tantangan perubahan iklim, dan mendorong pembangunan berwawasan lingkungan.
Sebagai upaya memperkuat peran tersebut, Universitas Pahlawan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan simposium internasional pada 8–9 Oktober 2026.
Simposium bertema “Bridging Fragmentation: The Role of Botanical Gardens and Campus Preservation Areas as Biodiversity Corridors Supporting Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS)” membahas peran kebun raya dan kawasan preservasi kampus sebagai koridor keanekaragaman hayati yang mendukung pelestarian Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra.
Forum tersebut menghadirkan tujuh pembicara dari lembaga kebun raya dan pusat penelitian botani di Australia, Belanda, China, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Para pembicara berasal dari Royal Botanic Gardens Victoria dan Adelaide University di Australia; Hortus Botanicus Leiden, Belmonte, dan Arboretum Gimborn di Belanda; Xishuangbanna Botanical Garden di China; Taman Botani Putrajaya di Malaysia; serta UBD Botanical Research Center di Brunei Darussalam.
Menurut Rektor, upaya konservasi selama ini banyak berfokus pada taman nasional dan cagar alam. Padahal, kawasan yang dikelola perguruan tinggi juga memiliki potensi besar untuk mendukung pelestarian lingkungan apabila dikembangkan secara terencana.
Kebun raya dan kawasan preservasi kampus dapat berfungsi sebagai ecological stepping stones atau titik penghubung ekologis, sekaligus membangun biodiversity corridors yang membantu menjaga keterhubungan habitat dan kelestarian keanekaragaman hayati.
Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar kawasan konservasi tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pendidikan, penelitian, dan lingkungan.
Wisudawan Diminta Jaga Nama Baik Almamater
Menutup sambutannya, Rektor menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan keluarga wisudawan, Yayasan Pahlawan Tuanku Tambusai, pemerintah daerah, LLDIKTI Wilayah XVII, mitra dalam dan luar negeri, perguruan tinggi, lembaga, serta organisasi profesi yang telah mendukung penyelenggaraan pendidikan di Universitas Pahlawan.
Ia menegaskan, keberhasilan para lulusan merupakan hasil dari proses pendidikan yang melibatkan banyak pihak, mulai dari keluarga, dosen, tenaga kependidikan, hingga mitra institusi.
Kepada seluruh wisudawan, Rektor berpesan agar ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat diterapkan secara bertanggung jawab, terus dikembangkan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sebagai alumni, Saudara akan menjadi representasi Universitas Pahlawan di tengah masyarakat. Perilaku dan kontribusi Saudara akan menjadi cerminan almamater. Karena itu, jagalah nama baik universitas dengan terus berkarya, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pesannya.
- Penulis: redaksi
