Terbaru
light_mode
Beranda » NASIONAL » Brigjen.Pol. Hengki Haryadi Dipercaya Pimpin Polda Papua Barat Daya

Brigjen.Pol. Hengki Haryadi Dipercaya Pimpin Polda Papua Barat Daya

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • visibility 63
  • print Cetak

JAKARTA.Lintas Faktual .com,- Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Hengki Haryadi mendapat kepercayaan baru untuk memimpin Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya. Perwira tinggi Polri yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse itu resmi ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP/2026 tertanggal 30 Agustus 2026 yang ditandatangani Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo atas nama Kapolri.

Hengki menggantikan Brigjen Pol Yulius Audiensi Sonny Latuheru yang dimutasi ke Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Lemdiklat Polri). Sementara posisi Wakapolda Riau yang sebelumnya dijabat Hengki akan diisi Brigjen Pol Simson Zet Ringu.

Sebelum mendapat amanah baru tersebut, Hengki menjabat Wakapolda Riau selama kurang lebih delapan bulan.

Lahir pada 16 Oktober 1974, Hengki merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 dan alumnus SMA Taruna Nusantara angkatan 1993. Sebagian besar perjalanan kariernya di Korps Bhayangkara ditempa di bidang reserse dan kriminal, termasuk di sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan keamanan yang tinggi.

Sejumlah jabatan strategis pernah dipercayakan kepadanya, antara lain Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kapolres Metro Jakarta Pusat, hingga Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya.

Dua Kali Berhadapan dengan Hercules

Nama Hengki Haryadi semakin dikenal publik karena ketegasannya dalam menangani kejahatan jalanan dan aksi premanisme di Ibu Kota.

Salah satu catatan paling menonjol dalam perjalanan kariernya terjadi ketika ia menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat pada 2013. Saat itu, Hengki memimpin penindakan terhadap Rosario de Marshall alias Hercules dan kelompoknya terkait dugaan aksi kekerasan serta gangguan keamanan terhadap warga di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Lima tahun berselang, pengalaman Hengki berhadapan dengan Hercules kembali terulang. Ketika menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat pada akhir 2018, ia kembali memimpin penindakan terhadap Hercules dalam perkara intimidasi dan dugaan penguasaan lahan milik warga di kawasan Kalideres.

Dua penindakan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Hengki sebagai perwira yang banyak berkecimpung dalam pemberantasan tindak kriminal dan premanisme.

Ketegasannya dalam menghadapi kelompok yang dianggap meresahkan masyarakat kemudian membuat sosok Hengki kerap mendapat perhatian publik, terutama ketika isu keamanan dan premanisme kembali mencuat.

Namanya bahkan kembali menjadi perbincangan setelah kericuhan terjadi di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 27-28 Agustus 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Bambang Setiyawan meninggal dunia dan sejumlah orang mengalami luka-luka.

Di tengah sorotan terhadap penanganan keamanan di Ibu Kota, pengalaman Hengki dalam menghadapi kelompok kriminal dan premanisme kembali disorot publik. Harapan agar perwira dengan rekam jejak seperti Hengki kembali ditempatkan dalam penanganan keamanan Jakarta pun bermunculan di ruang publik dan media sosial.

Tantangan Baru di Papua Barat Daya

Kini, perjalanan karier Hengki memasuki babak baru. Ia dipercaya memimpin Polda Papua Barat Daya, wilayah yang memiliki karakteristik geografis, sosial, dan keamanan yang berbeda dengan daerah tempatnya bertugas sebelumnya.

Dengan pengalaman panjang di bidang reserse serta sejumlah jabatan strategis yang pernah diembannya, Hengki dituntut mampu menerjemahkan pengalaman penegakan hukum di wilayah metropolitan ke dalam pendekatan keamanan yang sesuai dengan karakter Papua Barat Daya.

Amanah tersebut sekaligus menjadi tantangan besar bagi jenderal bintang satu itu untuk memastikan stabilitas keamanan, penegakan hukum, serta perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara optimal.

Penunjukan Hengki Haryadi menambah panjang catatan perjalanan seorang perwira reserse yang dikenal tegas di lapangan. Dari menangani kejahatan jalanan di Jakarta hingga kini dipercaya memimpin kepolisian di salah satu provinsi termuda di Indonesia, kiprahnya akan kembali diuji dalam tugas dan tantangan yang berbeda.

  • Penulis: redaksi

Baca Juga

expand_less