Syeraa Aqiellah Yunanda Bawa Marwah Kampar ke Pentas Internasional
- account_circle redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

YOGYAKARTA,Lintas Faktual,com,- Dari sebuah dusun di Tanjung Alai, Kabupaten Kampar, Riau, sebuah cerita tentang keberanian, budaya, dan mimpi untuk mendunia mulai ditorehkan.
Namanya Syeraa Aqiellah Yunanda, yang akrab disapa Qila. Putri asal Tanjung Alai, Negeri Bertuah, Lancang Kuning, Negeri Serambi Mekkah Kabupaten Kampar itu tampil di Kota Pelajar Yogyakarta pada Jumat malam, 25 September 2026.
Mengenakan baju Melayu biru beludru dengan sunting emas, Qila membawakan Tari Persembahan dalam rangkaian pelantikan Lembaga Pers Lancang Kuning dan Sanggar Sultan Syarif Qasim.
Namun, penampilannya malam itu bukan sekadar pertunjukan seni. Ada identitas dan marwah daerah yang turut dibawanya ke atas panggung.
Qila juga dilantik dalam sebuah amanah yang diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kekayaan Kampar dan Riau kepada khalayak yang lebih luas.
Melalui IYIS (International Youth Inspiration Summit), Qila dipersiapkan untuk tampil di panggung internasional. Ia tidak datang sekadar membawa nama pribadi, tetapi membawa cerita tentang kampung halaman, seni budaya, pariwisata, kuliner, serta kearifan lokal masyarakat Kampar.
Cerita itu berangkat dari tanah kelahirannya.
Tentang air yang mengalir dari perbukitan dan Sungai Gulamo. Tentang salai patin yang diasapi semalaman oleh tangan-tangan perempuan di kampung. Tentang Sungai Kampar yang terus mengalir menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Juga tentang seni dan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi, tentang kuliner yang lahir dari resep leluhur, serta tentang XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau hingga Nusantara.
Di situlah perjalanan Qila menjadi lebih dari sekadar perjalanan seorang anak muda menuju panggung dunia.
Ia membawa pesan bahwa kampung halaman bukan sesuatu yang harus ditinggalkan ketika seseorang ingin melangkah jauh. Sebaliknya, identitas daerah dapat menjadi kekuatan untuk memperkenalkan diri kepada dunia.
Bagi generasi muda Tanjung Alai, Kampar dan Riau, perjalanan Qila juga menjadi contoh bahwa keterbatasan latar belakang bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Dari lingkungan sederhana, seseorang tetap dapat membangun keberanian, karya dan prestasi selama memiliki kemauan untuk belajar dan berani tampil.
Pesan itu pula yang kini melekat dalam perjalanan Qila: untuk mendunia, seseorang tidak harus meninggalkan jati dirinya. Justru identitas dan cerita dari tanah kelahiran itulah yang dapat menjadi sesuatu yang bernilai ketika diperkenalkan ke dunia.
Kini, satu nama dari Tanjung Alai bersiap membawa cerita Kampar ke panggung internasional.
Bukan hanya tentang siapa dirinya, tetapi tentang dari mana ia berasal.
Dari Tanjung Alai, Desa Wisata di Kabupaten Kampar, Negeri Serambi Mekkah dan Negeri Lancang Kuning Riau, menuju Nusantara dan selanjutnya membuka jalan menuju dunia.
- Penulis: redaksi
