Bupati Kampar Siapkan Alat Berat untuk Buka Lahan Tanpa Bakar Tekan Risiko Karhutla
- account_circle redaksi
- calendar_month Senin, 21 Sep 2026
- visibility 35
- print Cetak

BANGKINANG .Lintas Faktual ,com,- Pemerintah Kabupaten Kampar mengambil langkah konkret untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memfasilitasi masyarakat, khususnya petani, agar dapat membuka lahan tanpa menggunakan metode pembakaran.
Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar menginstruksikan penyediaan alat berat yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membantu proses pembukaan lahan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga aktivitas pertanian tetap berjalan sekaligus menekan potensi terjadinya karhutla di tengah meningkatnya risiko kebakaran.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Pemerintah daerah akan berupaya memberikan solusi agar masyarakat tetap dapat mengelola lahannya dengan cara yang aman,” demikian imbauan Bupati Kampar, Senin (21/9/2026).
Kebijakan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 tanggal 22 Agustus 2026 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, khususnya terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar dalam kondisi risiko karhutla.
Alat Berat Jadi Solusi Pembukaan Lahan
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Kampar menyiapkan alat berat di Kecamatan Bangkinang yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan petani untuk membantu proses pembukaan lahan.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat sehingga kegiatan pengelolaan dan pembukaan lahan tetap dapat dilakukan tanpa harus menggunakan api.
Langkah ini sekaligus menunjukkan pendekatan pemerintah daerah yang tidak hanya menekankan larangan, tetapi juga menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Dengan tersedianya fasilitas alat berat, masyarakat diharapkan dapat membuka dan mengelola lahan dengan metode yang lebih aman, sekaligus menjaga produktivitas sektor pertanian.
Patroli Diperkuat hingga Tingkat Desa
Selain penyediaan alat berat, Bupati Ahmad Yuzar meminta seluruh kepala desa dan lurah meningkatkan kewaspadaan serta mengoordinasikan pelaksanaan patroli di wilayah masing-masing.
Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI dan Polri. Upaya tersebut diarahkan untuk mendeteksi potensi titik api sedini mungkin dan mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
Pemerintah Kabupaten Kampar juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca dan lingkungan menunjukkan peningkatan risiko karhutla.
Apabila kualitas udara memburuk akibat asap, masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah sebagai langkah perlindungan kesehatan.
Pemkab Kampar berharap pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat.
- Penulis: redaksi
