Kenang Perjalanan 34 Tahun, Masyarakat Pulau Gadang Teguhkan Persatuan Lewat Festival Mangonang Kampuong Lamo
- account_circle redaksi
- calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
- visibility 40
- print Cetak

XIII KOTO KAMPAR .Lintas Faktual com,- Tiga puluh empat tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Dari meninggalkan kampung halaman lama hingga membangun kehidupan di tempat yang baru, masyarakat Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, telah membuktikan bahwa sejarah bukan sekadar kenangan, melainkan kekuatan untuk terus melangkah dan membangun masa depan.

Semangat tersebut mengemuka dalam Festival Budaya Mangonang Kampuong Lamo yang digelar dalam rangka memperingati 34 tahun perpindahan Desa Pulau Gadang, Sabtu (29/8/2026).
Festival budaya yang berlangsung meriah itu dihadiri langsung oleh Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., MT, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., Camat XIII Koto Kampar Zulfikar, S.Ag., M.Si., jajaran kepala OPD, tokoh adat, ninik mamak, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga generasi muda.

Berbagai atraksi dan penampilan budaya turut menyemarakkan festival tersebut. Masyarakat menghadirkan kembali gambaran kehidupan sosial di masa lalu, mulai dari mata pencaharian, aktivitas ekonomi, model berpakaian hingga kehidupan keagamaan yang telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat Pulau Gadang.
Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar mengapresiasi masyarakat Pulau Gadang yang terus menjaga, merawat dan melestarikan sejarah serta nilai-nilai budaya melalui Festival Mangonang Kampuong Lamo.
Menurutnya, perjalanan panjang selama 34 tahun harus menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi seluruh masyarakat untuk terus mempererat persatuan serta bersama-sama membangun daerah.
“Jangan hanya mengenang masa lalu, tetapi jadikan sejarah sebagai kekuatan untuk bangkit. Apa yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan orang tua, ninik mamak, alim ulama dan seluruh masyarakat,” ujar Ahmad Yuzar.
Ia berharap kegiatan Mangonang Kampuong Lamo tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi terus berkembang menjadi sebuah kegiatan budaya yang mampu memperkenalkan sejarah dan jati diri masyarakat Pulau Gadang kepada generasi penerus.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan sejarah dan budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.
“Generasi muda harus mengetahui dari mana mereka berasal, menghargai perjuangan para leluhur dan meneruskan nilai-nilai kebersamaan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Di tengah suasana festival budaya tersebut, Bupati Kampar juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), mengingat kondisi musim panas yang berpotensi memicu kebakaran dan kabut asap.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, upaya pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Jangan sampai kita terlambat. Begitu ada indikasi kebakaran, segera laporkan dan lakukan penanganan agar api tidak meluas. Mari kita jaga Kampar bersama-sama,” tegas Bupati.
Sementara itu, Kepala Desa Pulau Gadang Sofyan Dt. Majosati mengatakan, Mangonang Kampuong Lamo memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi masyarakat Pulau Gadang, khususnya setelah perpindahan dari kampung lama menuju desa yang ditempati masyarakat saat ini.
Ia menyebut peringatan 34 tahun perpindahan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan dan perjuangan para pendahulu, sekaligus meneguhkan semangat masyarakat dalam menatap masa depan.
“Setelah 34 tahun, ini menjadi momentum kehidupan baru bagi kami untuk terus menatap masa depan dan mewujudkan Desa Pulau Gadang yang semakin maju dan berkembang,” ujarnya.
Bagi masyarakat Pulau Gadang, Festival Budaya Mangonang Kampuong Lamo bukan sekadar mengenang kampung halaman yang telah ditinggalkan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah, pengorbanan dan kebersamaan merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Dari sejarah, masyarakat Pulau Gadang belajar untuk tidak melupakan asal-usul. Dari kebersamaan, mereka menemukan kekuatan untuk terus bangkit dan melangkah menuju masa depan.
- Penulis: redaksi
