Kampar Bidik Pisang Cavendish Jadi Komoditas Unggulan, Petani Ditawarkan Kepastian Pasar
- account_circle redaksi
- calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
- visibility 59
- print Cetak

KAMPAR.Lintas Faktual ,com,- Pemerintah Kabupaten Kampar mulai mendorong pengembangan hortikultura bernilai ekonomi tinggi sebagai bagian dari strategi meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat sektor pertanian daerah.
Salah satu komoditas yang kini dibidik adalah pisang Cavendish, yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pola kemitraan sekaligus didukung kepastian pasar.
Gagasan tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Tanaman Hortikultura di Kabupaten Kampar, yang dihadiri Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Kampar itu menghadirkan mantan Bupati Kampar, Jefry Noer, sebagai narasumber tunggal. Setelah tidak lagi menjabat kepala daerah, Jefry kini aktif menekuni sektor pertanian, khususnya pengembangan hortikultura dan budidaya pisang Cavendish.
Dalam pemaparannya, Jefry menawarkan peluang kerja sama pengembangan pisang Cavendish dengan melibatkan petani Kampar. Menurut dia, pengembangan komoditas tersebut dapat dilakukan melalui pola kemitraan yang mencakup proses budidaya hingga pemasaran hasil panen.
Tak hanya mendorong produksi, skema yang ditawarkan juga menyentuh persoalan klasik yang kerap dihadapi petani, yakni pemasaran.
Pihak Jefry Noer disebut siap menjadi pembeli atau offtaker hasil panen, sehingga petani yang mengikuti pola kemitraan tidak hanya mendapatkan pendampingan dalam pengembangan tanaman, tetapi juga memiliki akses pasar setelah masa panen.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Bupati Kampar Ahmad Yuzar. Menurutnya, pengembangan hortikultura sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama petani.
Ahmad Yuzar juga menilai potensi lahan pertanian Kampar masih dapat dioptimalkan melalui pengembangan komoditas yang memiliki nilai ekonomi dan prospek pasar.
“Pengembangan pertanian hortikultura harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Kita ingin petani tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki akses pasar yang jelas,” demikian garis besar pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kampar berharap peluang kemitraan tersebut dapat membuka minat masyarakat untuk mengembangkan komoditas hortikultura secara lebih produktif dan terarah.
Jika ditindaklanjuti secara konkret, pengembangan pisang Cavendish tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan budidaya, tetapi menjadi bagian dari rantai usaha pertanian yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bibit, produksi, pendampingan petani hingga penyerapan hasil panen.
Pemerintah daerah selanjutnya perlu mengkaji pola kemitraan tersebut secara lebih rinci, termasuk aspek teknis budidaya, kesesuaian lahan, skala usaha, mekanisme pembelian hasil panen dan perlindungan kepentingan petani.
Langkah itu diharapkan dapat memperkuat posisi Kampar sebagai salah satu daerah penghasil hortikultura di Riau sekaligus membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis pertanian masyarakat.
- Penulis: redaksi
