Terbaru
light_mode
Beranda » DAERAH » Setahun Dijaga, Lubuk Larangan Dipanen: Jala Pertama Bupati Kampar Berbuah Ikan Baung

Setahun Dijaga, Lubuk Larangan Dipanen: Jala Pertama Bupati Kampar Berbuah Ikan Baung

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 396
  • print Cetak

KAMPAR KIRI HULU .Lintas Kampar,com,-  Suasana Sungai Subayang di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (5/9/2026), mendadak semarak. Di tengah riuh masyarakat yang menanti momentum panen bersama, Bupati Kampar Ahmad Yuzar turun langsung ke sungai untuk membuka tradisi Mancokau Ikan di Lubuk Larangan.

Didampingi para Ninik Mamak Kenegerian Tanjung Belit, Ahmad Yuzar melakukan campakan jala pertama sebagai penanda dimulainya pemanenan ikan setelah kawasan sungai tersebut dijaga secara bersama-sama selama satu tahun.

Tradisi itu bukan sekadar aktivitas menangkap ikan. Mancokau Ikan di Lubuk Larangan merupakan bentuk nyata kearifan lokal masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem sungai sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan.

Menariknya, campakan jala pertama yang dilakukan Bupati Kampar bersama Ninik Mamak langsung membuahkan hasil. Seekor ikan baung berhasil diangkat dari Sungai Subayang.

“Alhamdulillah, tangkapan pertama ini mendapatkan ikan baung,” ujar Ahmad Yuzar penuh syukur.

Sebelum Bupati turun ke sungai, campakan jala diawali Ninik Mamak Kenegerian Tanjung Belit, di antaranya Datuok Godang Refri Zarman, Dt. Dubalang Setio dan Dt. Singo (Ujang).

Selanjutnya, Ahmad Yuzar bersama Sekretaris Daerah Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Perikanan Kampar Zulfahmi dan Ketua Baznas Kampar Arizon, SE, menaiki sampan piaw dan turun langsung ke Sungai Subayang.

Bupati bahkan tidak sekadar menyaksikan prosesi tersebut. Ia ikut menangkap ikan menggunakan jala dan kemudian mengikuti masyarakat menangkap ikan dengan pukat hingga turun langsung ke sungai.

Menurut Ahmad Yuzar, tradisi Mancokau Ikan di Lubuk Larangan Tanjung Belit merupakan praktik kearifan lokal yang memiliki nilai penting dalam menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, adat dan alam.

“Kegiatan ini sungguh luar biasa. Kita beradaptasi langsung, menyatu dan bersahabat dengan alam,” katanya.

Ia menilai hasil tangkapan yang diperoleh masyarakat menjadi bukti bahwa alam akan memberikan manfaat apabila dijaga dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

“Selama satu tahun kita tidak menangkap ikan. Setelah sampai masanya, ikan baru kita tangkap dan panen bersama-sama,” ujarnya.

Kearifan Lokal yang Layak Dipertahankan

Ahmad Yuzar memberikan apresiasi kepada Ninik Mamak, tokoh masyarakat serta seluruh warga Tanjung Belit yang konsisten menjaga kawasan Lubuk Larangan.

Menurutnya, mekanisme perlindungan sumber daya ikan berbasis adat tersebut memiliki manfaat ganda. Selain menjaga keberlangsungan ekosistem sungai, hasil panen juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Ini adalah bentuk kepedulian kita bersama untuk menjaga alam. Kalau alam kita jaga, alam juga akan memberikan manfaat kepada kita,” tutur Ahmad Yuzar.

Ia berharap tradisi Mancokau Ikan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat Kampar.

“Mari kita lestarikan dan kita lanjutkan untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

Dihadiri Sejumlah Pejabat

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kampar didampingi Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., bersama Ny. Yuni Pratiwi Sari Ardi Mardiansyah, Kepala Dinas Pariwisata Kampar Afdal, ST., MT., Kepala Dinas Perikanan Kampar Zulfahmi, Kepala Bapenda Kampar Zamhur, ST., MT., Kepala Dinas Pertanian Nurilahi Ali, Ketua Baznas Kampar Arizon, SE., Camat Kampar Kiri Hulu Bustamar beserta Forkopimcam, para kepala bagian di lingkungan Setda Kampar serta Kepala Desa Tanjung Belit Efri Desmi.

Mancokau Ikan di Lubuk Larangan Tanjung Belit pada akhirnya bukan hanya tentang ikan yang dipanen setelah setahun dijaga. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi simbol bagaimana adat, gotong royong dan kepedulian terhadap alam dapat berjalan beriringan.

Dari Sungai Subayang, masyarakat Tanjung Belit menunjukkan satu pesan sederhana: ketika alam dirawat bersama, manfaatnya pun kembali dinikmati bersama.

  • Penulis: redaksi

Baca Juga

  • Wabup Misharti Buka Tabligh Akbar dan MTQ Antar Majelis Taklim, Satukan Semangat Kebangsaan dan Syiar Islam

    Wabup Misharti Buka Tabligh Akbar dan MTQ Antar Majelis Taklim, Satukan Semangat Kebangsaan dan Syiar Islam

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Bangkinang Kota .Lintas Faktual.com,- Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Tabligh Akbar dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Antar Majelis Taklim se-Kecamatan Bangkinang Kota. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sekaligus syiar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang […]

  • Bupati Kampar Siapkan Alat Berat untuk Buka Lahan Tanpa Bakar Tekan Risiko Karhutla

    Bupati Kampar Siapkan Alat Berat untuk Buka Lahan Tanpa Bakar Tekan Risiko Karhutla

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    BANGKINANG .Lintas Faktual ,com,- Pemerintah Kabupaten Kampar mengambil langkah konkret untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memfasilitasi masyarakat, khususnya petani, agar dapat membuka lahan tanpa menggunakan metode pembakaran. Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar menginstruksikan penyediaan alat berat yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membantu proses pembukaan lahan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah […]

  • Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    Power Up: Advanced Charging Solutions and Battery Tech Innovations

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle lintasannih
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Smart Homes: Beyond Automation to AnticipationIf 2023 could be summarized in the gadget space, it would be the year where our homes started truly “understanding” us. Gone are the days of generic automation. With advancements in AI, homes now anticipate needs. Your coffee machine knows when you’ve had a rough night and adjusts the brew […]

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle lintasannih
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outside Rafah, in southern Gaza, to cook the few tomatoes and peppers given to her by strangers. Do’a told NBC News that she was displaced from her home in Beit Lahia in […]

  • Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 395
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Kenang Perjalanan 34 Tahun, Masyarakat Pulau Gadang Teguhkan Persatuan Lewat Festival Mangonang Kampuong Lamo

    Kenang Perjalanan 34 Tahun, Masyarakat Pulau Gadang Teguhkan Persatuan Lewat Festival Mangonang Kampuong Lamo

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle redaksi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    XIII KOTO KAMPAR .Lintas Faktual com,-  Tiga puluh empat tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Dari meninggalkan kampung halaman lama hingga membangun kehidupan di tempat yang baru, masyarakat Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, telah membuktikan bahwa sejarah bukan sekadar kenangan, melainkan kekuatan untuk terus melangkah dan membangun masa depan. Semangat tersebut mengemuka […]

expand_less