Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru Tembus 7,39 Persen, Tertinggi di Indonesia
- account_circle redaksi
- calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
- visibility 66
- print Cetak

PEKANBARU.Lintas Faktual ,com,- Perekonomian Kota Pekanbaru mencatat pertumbuhan signifikan pada Triwulan II 2026. Ekonomi ibu kota Provinsi Riau itu tumbuh 7,39 persen secara year-on-year (yoy), sekaligus menempatkan Pekanbaru sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
Capaian tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan data yang dipaparkan Kemendagri, Pekanbaru berada di posisi teratas dengan pertumbuhan ekonomi 7,39 persen. Pekanbaru mengungguli sejumlah kota besar lainnya, yakni Batam 7,28 persen, Surabaya 7,20 persen, Makassar 7,04 persen, dan Palopo 6,97 persen.
Pertumbuhan ekonomi Pekanbaru juga berada cukup jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama yang tercatat 5,29 persen secara yoy. Dengan demikian, pertumbuhan Pekanbaru tercatat sekitar 2,1 poin persentase lebih tinggi dibandingkan capaian nasional.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator menguatnya aktivitas ekonomi di Pekanbaru. Pemerintah Kota Pekanbaru menilai pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata harus dilihat dari tingginya angka statistik, tetapi juga dari sejauh mana dampaknya dirasakan masyarakat.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan capaian tersebut merupakan kabar positif bagi masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan peningkatan aktivitas dunia usaha, investasi, perkembangan UMKM serta terbukanya lapangan pekerjaan.
“Yang paling penting adalah ekonomi kota bergerak, investasi tumbuh, UMKM hidup, lapangan pekerjaan terbuka, dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Agung.
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, realisasi investasi di Pekanbaru sepanjang Januari hingga Juni 2026 juga dilaporkan mencapai sekitar Rp7,35 triliun, atau 156,02 persen dari target. Pada Triwulan II saja, realisasi investasi mencapai sekitar Rp4,79 triliun.
Pemerintah Kota Pekanbaru selanjutnya menghadapi tantangan untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut agar tidak berhenti pada pencapaian angka, tetapi mampu memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Angka 7,39 persen ini bukan garis finis. Ini justru menjadi tanggung jawab bagi kami untuk bekerja lebih keras. Pertumbuhan harus menghadirkan kesejahteraan. Kalau ekonomi tumbuh, masyarakat juga harus ikut tumbuh dan merasakan manfaatnya,” tegas Agung.
- Penulis: redaksi
