Di Forum Nasional, Misharti Tekankan Peran Digitalisasi dalam Menjaga Stabilitas Harga di Kampar
- account_circle redaksi
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- visibility 25
- print Cetak

JAKARTA, Lintas Faktual.com ,- Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam memperkuat transformasi digital, khususnya pada sektor keuangan daerah, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Misharti saat menghadiri rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) X, Indonesia Fintech Summit (IFS) ke-5, serta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2026, di International Convention Center, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema Rakornas, “Penguatan Ketahanan Pangan dan Perluasan Digitalisasi Keuangan Daerah untuk Stabilitas Harga dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah.”
Sejumlah pejabat nasional turut hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D., Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.
Forum nasional tersebut juga dihadiri para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia. Dari Kabupaten Kampar, turut hadir Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kampar Zamhur, S.T., M.M.
Dalam forum FEKDI X, Misharti menyampaikan bahwa digitalisasi keuangan harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, transformasi digital tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi kebutuhan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
“Digitalisasi bukan hanya tren, tetapi kebutuhan. Dengan sistem keuangan digital, masyarakat desa hingga kota dapat menikmati layanan yang cepat, transparan, dan aman,” ujar Misharti.
Menurutnya, Kabupaten Kampar memiliki peluang untuk terus mengembangkan pemanfaatan teknologi finansial guna memperluas inklusi keuangan, termasuk bagi masyarakat di wilayah perdesaan.
Dorong Fintech Perkuat UMKM
Pada agenda Indonesia Fintech Summit ke-5, pembahasan diarahkan pada peluang dan tantangan industri teknologi finansial dalam memperluas inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Misharti menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, industri fintech, perbankan, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat, terutama dalam memberikan akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Dengan dukungan fintech, mereka bisa mendapatkan akses pembiayaan lebih mudah, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia menilai pemanfaatan teknologi finansial dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat penguatan ekonomi masyarakat, sepanjang diiringi dengan peningkatan literasi dan keamanan dalam transaksi digital.
Ketahanan Pangan Jadi Kunci Pengendalian Inflasi
Sementara itu, dalam Rakornas Pengendalian Inflasi dan P2DD, isu ketahanan pangan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Misharti menegaskan, pengendalian inflasi di daerah tidak dapat dipisahkan dari kemampuan daerah menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan.
“Stabilitas harga pangan adalah kunci kesejahteraan masyarakat. Dengan digitalisasi keuangan daerah, kita dapat mempercepat distribusi bantuan, memperkuat sistem monitoring harga, dan memastikan kebijakan berjalan efektif,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperluas penerapan digitalisasi transaksi pemerintahan.
Digitalisasi, menurutnya, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan daerah sekaligus memperkuat akuntabilitas pelayanan publik.
Misharti menambahkan, penguatan ketahanan pangan, digitalisasi keuangan daerah, dan pemberdayaan UMKM perlu ditempatkan sebagai bagian yang saling terintegrasi dalam strategi pembangunan ekonomi daerah.
“Dengan mengintegrasikan digitalisasi keuangan, penguatan ketahanan pangan, serta dukungan terhadap UMKM, Kabupaten Kampar diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” pungkas Misharti.
- Penulis: redaksi
