Batik Kampar Tampil di International Cultural Fashion Week
- account_circle redaksi
- calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
- visibility 287
- print Cetak

BANGKINANG. Lintas Faktual.com,- Batik khas Kabupaten Kampar mulai menunjukkan kiprahnya di panggung internasional. Tak sekadar menjadi produk kerajinan daerah, batik Kampar kini didorong berkembang sebagai bagian dari industri kreatif yang mampu membawa identitas dan kekayaan budaya daerah ke pasar yang lebih luas.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua Dekranasda Kabupaten Kampar, Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, bersama jajaran Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar di Rumah Dinas Bupati Kampar, Bangkinang Kota, Sabtu (19/9/2026).

Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar Edward, SE., MM., Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Ny. Dian R. Natalia Edward, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan IKM Agusni Mariani, serta sejumlah pelaku dan penggiat batik Kampar.
Hadir pula desainer Rini Widiantari dari MyRin Syari, Rumah Batik Moringa binaan Nurhidayah Sari, serta Rumah Batik Muara Takus yang dikelola Oma Lasvita. Kedua rumah batik tersebut merupakan binaan Dekranasda Kabupaten Kampar.
Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah evaluasi sekaligus laporan keikutsertaan Batik Kampar dalam Precious of Malaysia Citraloka 2026 International Cultural Fashion Week yang berlangsung di Malaysia pada 11–16 September 2026.
Di ajang internasional itu, Batik Kampar tampil dalam fashion show dengan mengangkat motif dan filosofi budaya daerah. Salah satu karya yang diperkenalkan adalah Batik Candi Muara Takus, yang mengusung motif Candi Muara Takus dan Pucuk Rebung.
Karya lainnya adalah Batik Jumputan Rumah Batik Moringa bertema “Senja di Tepian Kampar”, yang mengangkat keindahan alam Kampar dan menerjemahkannya ke dalam karya wastra.
Ketua Dekranasda Kabupaten Kampar Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar menilai pengalaman tampil di panggung internasional harus menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan batik Kampar, baik dari sisi kualitas produk, desain maupun perlindungan karya.
Ia juga menekankan pentingnya setiap pemilik rumah batik segera mengurus Kekayaan Intelektual (KI) atas motif-motif yang mereka ciptakan.
Menurutnya, perlindungan KI bukan hanya berkaitan dengan aspek administrasi dan hukum, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas serta orisinalitas karya para perajin.
Dengan adanya perlindungan tersebut, motif khas yang lahir dari kreativitas perajin Kampar memiliki kepastian hukum dan diharapkan tidak mudah digunakan atau diklaim pihak lain tanpa izin.
“Perlindungan kekayaan intelektual menjadi bagian penting agar karya dan motif yang diciptakan para perajin memiliki identitas dan kepastian hukum,” menjadi salah satu penekanan dalam pembahasan tersebut.
Dari Motif Tradisional Menuju Pasar Global
Pengembangan batik Kampar ke depan tidak hanya diarahkan untuk mempertahankan motif dan nilai tradisional. Inovasi menjadi salah satu kunci agar produk tersebut mampu menjangkau selera pasar yang terus berkembang.
Karena itu, pembahasan juga mencakup pengembangan desain, kombinasi warna, model busana hingga diversifikasi pemanfaatan batik dalam berbagai produk kreatif.
Pengalaman tampil di Malaysia dinilai dapat menjadi modal penting bagi para pelaku usaha untuk semakin percaya diri membawa batik Kampar ke pasar nasional maupun internasional.
Sebelum tampil di Malaysia, Batik Kampar juga telah diperkenalkan melalui stan Kabupaten Kampar pada kegiatan APKASI di Serpong, Tangerang, Banten.
Kehadiran batik Kampar dalam ajang tersebut mendapat perhatian pengunjung dan konsumen dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah produk bahkan berhasil menarik minat dan dibeli konsumen dari luar Kampar.
Respons tersebut menjadi sinyal bahwa batik Kampar memiliki karakter dan keunikan yang dapat menjadi pembeda di tengah keragaman produk batik Indonesia.
Tak Hanya Batik
Pertemuan tersebut juga membahas pengembangan potensi industri kreatif lainnya, termasuk produk berbahan daun kelor.
Pengembangan berbagai produk berbasis sumber daya lokal dinilai penting untuk memperluas nilai tambah ekonomi sekaligus membuka ruang bagi pelaku industri kecil dan menengah di Kabupaten Kampar.
Dengan pengalaman tampil di berbagai ajang, termasuk panggung internasional, Batik Kampar kini memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh—dari produk kerajinan lokal menjadi komoditas industri kreatif yang membawa identitas budaya Kampar ke tingkat nasional dan global.
- Penulis: redaksi
