Kendalikan Inflasi, Bupati Kampar Perkuat Produksi Pangan dan Rantai Pasok
- account_circle redaksi
- calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
- visibility 47
- print Cetak

BANGKINANG, Lintas Faktual.com,- Pemerintah Kabupaten Kampar memperkuat strategi pengendalian inflasi dengan menitikberatkan pada peningkatan produksi pangan lokal, penguatan rantai pasok, serta sinergi lintas lembaga untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kampar di Bangkinang Kota, Rabu (2/9/2026).

Dalam forum tersebut, Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Riau, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Riau, Badan Pusat Statistik (BPS) Kampar, serta Perum Bulog Cabang Kampar atas dukungan dan sinergi yang terus dibangun bersama Pemkab Kampar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“High Level Meeting ini menjadi momentum bagi kita untuk melihat kembali peluang dan tantangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Sinergi ini harus terus diperkuat agar stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Ahmad Yuzar.
Produksi Lokal Baru Penuhi 20–30 Persen Kebutuhan
Bupati mengungkapkan, dinamika inflasi di Kabupaten Kampar masih bersifat fluktuatif. Salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian adalah tingginya ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
Saat ini, produksi pangan lokal diperkirakan baru mampu memenuhi sekitar 20–30 persen kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diatasi melalui penguatan sektor pertanian dan hortikultura.
Pemkab Kampar, kata Ahmad Yuzar, telah melakukan sejumlah intervensi melalui pengembangan padi sawah, jagung hibrida, cabai merah, serta penyaluran bibit hortikultura seperti cabai rawit, terong dan tomat.
“Untuk jagung, kita telah menyediakan bibit untuk pengembangan sekitar 600 hektare dan bibit padi untuk 2.350 hektare. Ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan pangan kita,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan produksi pangan lokal bukan hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi menjaga stabilitas harga dan ketahanan ekonomi masyarakat.
Perkuat Rantai Pasok dengan Daerah Penghasil
Selain meningkatkan produksi dalam daerah, Pemkab Kampar juga memperkuat sistem distribusi dan rantai pasok melalui kerja sama dengan sejumlah daerah sentra produksi pangan.
Salah satunya melalui nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Solok dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi apabila terjadi gejolak harga maupun gangguan pasokan akibat bencana atau faktor lainnya.
“Kita harus memastikan masyarakat tetap memiliki daya beli. Ekonomi harus kita jaga, begitu juga rantai pasok harus kita jamin. Karena itu, kerja sama dengan daerah penghasil menjadi penting,” tegasnya.
Ahmad Yuzar menilai pengendalian inflasi membutuhkan kebijakan yang terintegrasi, mulai dari produksi, distribusi hingga ketersediaan komoditas pangan di tingkat masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi dengan lembaga vertikal, dunia usaha, pelaku distribusi, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar berbagai intervensi yang dilakukan benar-benar memberikan dampak terhadap masyarakat.
“Kehadiran seluruh stakeholder hari ini menunjukkan komitmen dan keseriusan kita bersama dalam mengendalikan inflasi. Ke depan, kita berharap ketersediaan pangan semakin meningkat, harga tetap terkendali dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan baik,” harap Ahmad Yuzar.
- Penulis: redaksi
