Brigjen.TNI Sudarma Setiawan Apresiasi Kebun Raya Universitas Pahlawan Jadi Benteng Edukasi Karhutla
- account_circle redaksi
- calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
- visibility 52
- print Cetak

BANGKINANG . Lintas Faktual.com,- Upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkuat edukasi dan kesadaran lingkungan di Kabupaten Kampar.
Hal itu mengemuka saat Rektor Universitas Pahlawan, Prof. Dr. Amir Luthfi, menerima kunjungan Brigjen TNI Sudarma Setiawan, S.I.P., M.H., bersama tim di Kampus Universitas Pahlawan, Bangkinang, Selasa (15/9/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan penyuluhan pencegahan dan penanggulangan karhutla dengan mengusung tagline “Cegah Sebelum Terbakar, Deteksi Dini, Lapor Cepat, Tangani Secara Terpadu.”
Dalam kesempatan itu, Brigjen TNI Sudarma Setiawan mengapresiasi sambutan Rektor beserta sivitas akademika Universitas Pahlawan. Ia juga mengaku terkesan dengan keberadaan Kebun Raya Universitas Pahlawan yang berada di lingkungan kampus.
“Saya tidak menyangka ada kebun raya di Bangkinang. Saya kira kebun raya hanya ada di Bogor. Ternyata di sini ada kampus yang luar biasa,” ujar Sudarma.
Menurutnya, keberadaan kebun raya bukan sekadar memperkuat kawasan hijau kampus, tetapi juga menjadi bukti konkret kepedulian perguruan tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
“Ini benar-benar aksi nyata Rektor Universitas Pahlawan dalam menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan adanya kebun raya ini,” katanya.
Kampus Dorong Konservasi dan Edukasi Lingkungan
Rektor Universitas Pahlawan Prof. Dr. Amir Luthfi menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, pengembangan Kebun Raya Universitas Pahlawan merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun ruang konservasi dan edukasi.
“Kami mohon bantuan moral dan dukungan untuk pengembangan Kebun Raya Universitas Pahlawan,” kata Amir.
Ia menegaskan, kebun raya tersebut terus diarahkan menjadi bagian dari program konservasi, pendidikan, penelitian, sekaligus peningkatan kepedulian sivitas akademika terhadap lingkungan.
Sinergi antara TNI dan perguruan tinggi dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam mencegah karhutla. Kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga dapat berperan sebagai pusat edukasi lingkungan dan penggerak masyarakat.
- Penulis: redaksi
