Bupati Kampar Disambut Meriah di Karimun, Gubano Iringi Pertemuan Persaudaraan Kampar di Perantauan
- account_circle redaksi
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
- visibility 184
- print Cetak

KARIMUN, Lintas Faktual ,com,- Kedatangan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, disambut meriah Pemerintah Kabupaten Karimun, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Kampar yang bermukim di Karimun dan sekitarnya, Jumat (2/10/2026).

Suasana penyambutan berlangsung penuh keakraban. Iringan musik tradisional Gubano turut mengiringi kedatangan rombongan Pemerintah Kabupaten Kampar, menciptakan nuansa budaya dan kekeluargaan yang kental.
Ahmad Yuzar tiba di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun bersama Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., Sekretaris Daerah Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Rombongan sebelumnya menyeberang dari Batam menggunakan kapal cepat menuju Tanjung Balai Karimun.
Setibanya di pelabuhan, Ahmad Yuzar disambut langsung jajaran Pemerintah Kabupaten Karimun, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kampar yang berada di perantauan.
Penyambutan ditandai dengan pemasangan tanjak kepada Bupati Kampar sebagai simbol penghormatan dan ucapan selamat datang.
Dari Pemerintah Kabupaten Karimun, penyambutan dipimpin Sekda Karimun Dr. Sularno bersama Kabag Kesbangpol Jefridin.
Sementara dari kalangan tokoh masyarakat hadir sejumlah nama, di antaranya H. Aunur Rafiq, tokoh masyarakat yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Karimun; Ketua LAM Kabupaten Karimun Dr. H. Muhammad Firmansyah; Ketua Mubaligh Kabupaten Karimun Drs. H. Nurbit Siman; Masnur; Hendri Zulkifli; Ketua Kerukunan Keluarga Batobo Agus Fitri; H. Muhammad Rasyid Nur; Agustar; serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Turut hadir Ketua Keluarga Besar Kabupaten Kampar (KBKK) Kota Batam Darwizar, Wakil Ketua Zamharis, Humas Mahardi, dan ratusan masyarakat Kampar.
Setelah prosesi penyambutan di pelabuhan, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju jamuan makan malam di kawasan pusat Kota Tanjung Balai Karimun.
Persaudaraan Kampar di Perantauan
Bagi Ahmad Yuzar, penyambutan tersebut bukan sekadar seremoni kedatangan kepala daerah. Kehadiran ratusan masyarakat Kampar di Karimun dan sekitarnya menjadi gambaran kuatnya ikatan persaudaraan masyarakat Kampar meski berada jauh dari kampung halaman.
Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karimun, para tokoh masyarakat, serta seluruh masyarakat Kampar yang telah meluangkan waktu menyambut kedatangan rombongan Pemerintah Kabupaten Kampar.
> “Alhamdulillah, kami disambut sangat meriah oleh Pemerintah Kabupaten Karimun dan tokoh serta masyarakat Kampar yang berada di Kabupaten Karimun dan sekitarnya. Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir menyambut kedatangan kami,” ujar Ahmad Yuzar.
Menurutnya, sambutan tersebut menjadi bentuk kekeluargaan yang memiliki arti penting bagi dirinya bersama rombongan Pemerintah Kabupaten Kampar.
Hampir 20 Tahun Tak Bertemu, Ahmad Yuzar Kembali Dipertemukan dengan Aunur Rafiq
Ada momen khusus dalam kunjungan tersebut. Ahmad Yuzar kembali bertemu dengan H. Aunur Rafiq setelah hampir dua dekade tidak berjumpa.
Pertemuan dua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Aunur Rafiq juga turut memberikan jamuan makan malam bagi rombongan Pemerintah Kabupaten Kampar.
Ahmad Yuzar secara khusus menyampaikan apresiasi atas sambutan dan jamuan yang diberikan Aunur Rafiq.
> “Terima kasih secara khusus kami sampaikan kepada Bapak H. Aunur Rafiq atas jamuan dan sambutan yang diberikan. Beliau merupakan sosok yang sangat baik bagi kami. Hampir 20 tahun kami tidak berjumpa, dan Alhamdulillah hari ini kembali dipertemukan dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi Pemerintah Kabupaten Kampar dengan masyarakat Kampar yang berada di perantauan.
Di tengah mobilitas masyarakat Kampar yang tersebar di berbagai daerah, pertemuan di Karimun itu memperlihatkan bahwa jarak geografis tidak menghilangkan hubungan kekeluargaan.
- Penulis: redaksi
